LAPORAN KELOMPOK
KULIAH KERJA NYATA (KKN) POSDAYA STAINU KEBUMEN
ANGKATAN XVI TAHUN AKADEMIK 2011/2012
DI DESA SADANGKULON KECAMATAN SADANG
Nama-nama peserta:
1. Saeful Mujib 2104163
2. Ahmad Muhamim 2104136
3. M. Alwani 2104180
4. Rohyati 2104186
5. Sri Wahyuni 2104125
6. Wahyu Wahidatun 2104133
7. Walmatul Umamah 2104134
8. Tati Mulyanti 2104129
9. Khalimah 10208091
“Peningkatan Kualitas Keagamaan dan Pendidikan Menuju Kesejahteraan Masyarakat Melalui POSDAYA”
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA
(STAINU) KEBUMEN
TAHUN 2012
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) POSDAYA
DI DESA SADANGKULON KECAMATAN SADANG KABUPATEN KEBUMEN
TELAH DITELITI KEBENARANNYA DAN DINYATAKAN SAH OLEH
DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN DAN KETUA LP3M STAINU KEBUMEN
DISAHKAN PADA :
HARI : ...............................................................
TANGGAL : ...............................................................
YANG MENGESAHKAN :
Kepala Desa Sadangkulon Ketua Kelompok KKN
Suratmin Saeful Mujib
NIM: 2104163
Ketua LP3M STAINU Kebumen Dosen Pembimbing Lapangan
Drs. H.M Soleh, M.Pd.I Ambang Indradi W. S.H, M.Pd
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr. wb.
Puji syukur senantiasa kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, hidayah serta inayah-Nya kepada kami, sehingga Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posdaya Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen Angkatan XVI Tahun 2012 di desa Sadangkulon, Kecamatan Sadang telah berakhir dengan baik.
Dengan berakhirnya KKN POSDAYA STAINU Kebumen di Desa Sadangkulon Kecamatan Sadang, maka kami peserta KKN POSDAYA STAINU Kebumen yang berjumlah sembilan orang akan menyusun laporan kegiatan yang dilaksanakan, terhitung sejak tanggal 08 Februari s/d 11 April 2012.
Adapun tujuan disusunnya laporan ini adalah upaya kami peserta KKN untuk berpartisipasi dalam memperkuat kualitas keberagamaan masyarakat Sadang khususnya masyarakat desa Sadangkulon yang pada dasarnya sebagian besar masyarakat Sadangkulon sudah memiliki jiwa keberagamaan yang sangat bagus. Namun program-program yang kami laksanakan tidak mungkin terlaksana tanpa adanya dukungan pemerintah setempat, tokoh, pemuka masyarakat, dan semua pihak yang terkait khususnya masyarakat Sadangkulon.
Oleh sebab itu, atas nama peserta KKN POSDAYA STAINU Kebumen di Desa Sadangkulon, Kecamatan Sadang mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Ketua STAINU Kebumen, yang telah memberikan bimbingan serta lindungan dalam pelaksanaan kegiatan KKN.
2. Ketua LP3M STAINU Kebumen, yang telah memberikan motivasi serta kontribusi terkait pelaksanaan kegiatan KKN.
3. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), bapak Ambang Indradi, S.H, M.Pd. yang telah banyak membimbing kami demi terlaksananya kegiatan KKN ini.
4. Camat Sadang beserta perangkat pemerintahan kecamatan yang telah memberikan banyak membantu kami dalam memahami masyarakat Sadang serta bantuan pengetahuan dan pengalaman terkait kegiatan pemerintahan.
5. Kepala Desa Sadangkulon, bapak Suratmin beserta keluarga yang senantisa memberikan masukan dan motivasi dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
6. Perangkat desa Sadangkulon, serta tokoh masyarakat, Alim Ulama, kelompok RT, RW, PKK, dan semua masyarakat warga desa Sadangkulon yang banyak membantu peserta KKN dalam melaksanakan tugas di Desa Sadangkulon.
7. Teman-teman mahasiswa KKN POSDAYA STAINU Kebumen kecamatan Sadang yang memberikan inspirasi dan kerjasamanya dalam menjalankan kegiatan KKN.
8. Semua pihak yang tidak bisa kami sebut satu persatu yang telah membantu mensukseskan kegiatan KKN di desa Sadangkulon ini.
Akhirnya kami peserta KKN POSDAYA STAINU Kebumen Angkatan XVI Tahun 2012 di Desa Sadangkulon mengucapkan banyak terima kasih dan mohon maaf atas segala kesalahan dan kehilafan selama beraktifitas dengan masyarakat Desa Sadangkulon.
Dalam penyusunan laporan ini kami sadar masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu kritik konstruktif demi perbaikan karya tulis kami di masa mendatang sangat kami harapkan. Laporan ini kami buat dengan sebaik-baiknya tanpa mengurangi akurasi dan kevalidan data yang ada. Kami tidak dapat memberikan yang terbaik untuk masyarakat, semoga amal baik bapak/ibu serta semua pemuda pemudi masyarakat Sadangkulon mendapat balasan dari Allah SWT. Kata terakhir yang terucap kata “jazakumullah ahsanal jaza’ wa taqobalallahu minna wa minkum”.
Wassalamu ‘alaikum wr. wb
Kebumen, 25 April 2012
Ketua Kelompok KKN
Saeful Mujib
NIM. 2104163
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................................................. ... i
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................. .. ii
KATA PENGANTAR ............................................................................................. . iii
DAFTAR ISI ............................................................................................................ . vi
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... .. 1
A. Pengertian KKN POSDAYA............................................................ .. 1
B. ............................................................................................................ Geografi, Monografi, dan Demografi Desa ................................................................................... 3
C. Keadaan Sosial, Ekonomi, dan Budaya Desa ................................... .. 4
D. Keadaan Lembaga Sosial Keagamaan Masyarakat Desa .................. .. 6
E. Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Desa ..................................... 7
BAB II RENCANA PROGRAM KERJA ........................................................... .. 9
A. Identifikasi Masalah .......................................................................... .. 9
B. Program Kerja KKN ......................................................................... 11
1. Sektoral ......................................................................................... 11
2. Lintas Sektoral .............................................................................. 12
3. Program Umum Tingkat Kecamatan ............................................ 13
C. Faktor Penghambat dan Pendukung ................................................. 13
BAB III PELAKSANAAN PROGRAM .............................................................. 15
A. Tabulasi Hasil Kegiatan Program ...................................................... 15
1. Sektoral ......................................................................................... 15
2. Lintas Sektoral .............................................................................. 16
3. Program Umum Tingkat Kecamatan.............................................. 17
B. Faktor Penghambat dan Pendukung ................................................. 17
C. Peran Serta Masyarakat dalam Pelaksanaan KKN ............................ 18
D. Solusi yang Dilakukan ....................................................................... 19
BAB IV PENUTUP ................................................................................................ 21
A. Kesimpulan ........................................................................................ 21
B. Saran .................................................................................................. 21
C. Penutup ............................................................................................. 22
LAMPIRAN – LAMPIRAN
A. Daftar Peserta KKN
B. ....................................................................................................... Daftar Hadir Peserta
C. Laporan Kegiatan
D. Dokumentasi Kegiatan
E. Peta Wilayah
BAB I
PENDAHULUAN
A. PENGERTIAN KKN POSDAYA
Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara konsepsional merupakan kegiatan intrakurikuler yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan bekerja bersama masyarakat secara umum.
KKN yang dilakukan oleh mahasiswa STAINU Kebumen tahun ini adalah KKN tematik POSDAYA. KKN POSDAYA mencakup empat aspek (pendidikan, kesehatan, linkungan dan ekonomi). KKN POSDAYA bukan berarti mengajar masyarakat tentang sesuatu yang baik, apalagi yang terbaik untuk mereka. Tetapi lebih merupakan upaya pemberdayaan atau sebuah proses pencarian yang dilakukan bersama-sama untuk mencari jalan terbaik dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi.
KKN POSDAYA STAINU Kebumen merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat khusus. Karena dalam KKN, dharma pendidikan, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat dipadukan menjadi satu kesatuan sistem.
Pendekatan KKN POSDAYA STAINU Kebumen menggunakan Partisipatory Action Research (PAR). Pendekatan PAR adalah sebuah action research atau penelitian aksi yang menekankan pada partisipasi masyarakat. Pendekatan PAR juga merupakan paradigma pemberdayaan yang meletakkan masyarakat sebagai sentral.
Tujuan akhir KKN POSDAYA yang mencakup empat aspek (pendidikan, kesehatan, linkungan dan ekonomi) adalah untuk mensukseskan pembangunan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menuju tercapainya masyarakat beragama yang maju, adil, dan sejahtera berdasarkan Pancasila, serta meningkatkan dalam arti pembuktian pelaksanaan visi dan misi Perguruan Tinggi.
Landasan hukum kenegaraan pelaksanaan KKN terdapat dalam:
1. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
3. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.
4. Statuta STAINU Kebumen bab VIII pasal 69.
Dasar pemikiran KKN POSDAYA STAINU Kebumen yaitu:
1. STAINU Kebumen sebagai Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTAIS) di kabupaten Kebumen memandang perlu dan penting mengoptimalkan dan mengembangkan pelaksanaan KKN dalam bentuk dan ragam program yang mampu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan.
2. STAINU Kebumen sebagai salah satu perguruan tinggi agama islam berkewajiban mewariskan nilai-nilai ketauhidan, akhlaqul karimah, ilmu dan pengetahuan serta peradaban adi luhung kepada seluruh civitas akademikanya.
3. Sebagai perguruan tinggi, STAINU Kebumen berkewajiban untuk menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu dharma pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
4. Berdasarkan pemikiran di atas, maka KKN POSDAYA STAINU Kebumen merupakan bagian integral dari proses pendidikan yang mempunyai ciri-ciri khusus yakni bernilai fundamental dan perluasan filosofis antara lain: a) keterpaduan unsur-unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, b) pendekatan interdisipliner dan komprehensif, c) lintas sektoral, d) berdimensi luas dan programatis, e) melibatkan secara aktif masyarakat setempat.
B. GEOGRAFI, MONOGRAFI DAN DEMOGRAFI DESA
Desa Sadangkulon terletak di wilayah Kecamatan Sadang Kabupaten Kebumen yang berbatasan wilayah dengan :
Sebelah Utara : Kabupaten Banjarnegara
Sebelah Timur : Desa Sadangwetan
Sebelah Selatan : Desa Wonosari dan Cangkring
Sebelah Barat : Desa Seboro
Desa Sadangkulon termasuk desa sekitar hutan dengan bentang wilayah berbukit yang memiliki curah hujan antara 0-21 mm, memiliki jumlah bulan hujan selama enam bulan dengan suhu rata-rata harian 29o – 31o C. Luas Desa Sadangkulon 845 km2 yang terdiri dari :
1. Tanah sawah
2. Tanah kering
· Tegal/ladang
· Pemukiman
3. Tanah fasilitas umum
· Perkantoran pemerintah
· Lapangan
4. Tanah hutan
· Hutan produksi
Jumlah penduduk Desa Sadangkulon 3534 jiwa dengan mata pencaharian penduduk yang terdiri dari:
a. Petani
b. Buruh tani
c. Wiraswasta
d. Pengrajin
e. PNS
f. TNI/POLRI
g. Penjahit
h. Sopir
i. Karyawan swasta
j. Tukang kayu/batu
k. Guru
l. Pendulang Emas
C. KEADAAN SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA DESA
Sebagaimana masyarakat pedesaan pada umumnya, masyarakat desa Sadangkulon adalah masyarakat yang masih menjunjung tinggi tradisi lama yang melestarikan budaya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Budaya gotong-royong senantiasa nampak pada kehidupan sehari-hari ini mencerminkan tingginya rasa solidaritas dan sosial masyarakat. Budaya indigenous masyarakat pedesaan yang patut dipertahankan ini tercerminkan dalam kebiasaan bantu-membantu antara satu dengan yang lainnya dalam menyelesaikan pekerjaan baik yang berkaitan dengan kebutuhan pribadi maupun kelompok seperti kerja bhakti membersihkan lingkungan desa, memanen hasil pertanian serta mengolah lahan pertanian, membangun rumah ataupun tempat-tempat ibadah serta sambatan dalam acara hajatan ataupun bantu-membantu dalam musibah. Hal lain yang tetap terabadikan dalam jiwa kehidupan masyarakat desa Sadangkulon ialah rasa toleransi beragama antar warga masyarakat. Heterogenitas keberagamaan masyarakat yang ada, tidak sampai mencetuskan “truth claims” atau rasa permusuhan antar pengikutnya sehingga kesatuan dan keutuhan masyarakat tetap kokoh.
Desa Sadangkulon termasuk desa yang potensial dalam bidang pertanian dan perhutanan. Masyarakat desa Sadangkulon pada umumnya adalah masyarakat petani penggarap ladang, dan sebagian kecil mengurus lahan perhutani. Hasil utama pertanian yang dihasilkan saat musim hujan adalah padi serta tanaman lain seperti ubi kayu, ubi jalar, dan jagung. Saat musim kemarau kegiatan pertanian masyarakat desa Sadangkulon dialihkan untuk menanam palawija, sayur-mayur dan kacang-kacangan seperti kedelai dan kacang hijau. Kegiatan lain yang sering dilakukan yaitu membudidayakan pepohonan produktif yang diambil kayunya serta ada sebagian kecil yang mengusahakan mendulang emas secara tradisional.
Dampak limpahan kekayaan alam akan kesuburan tanahnya, masyarakat desa Sadangkulon selain memanfaatkan untuk kegiatan pertanian juga memanfaatkanya untuk kegiatan peternakan. Kegiatan peternakan yang dilakukan seperti ternak sapi, kerbau, bebek, ayam dan lain-lain. Kegiatan ini sangat menyokong perekonomian masyarakat baik kebutuhan harian ataupun kebutuhan lain yang bersifat insidental.
Dana keuangan desa Sadangkulon terdiri dari:
a. Pendapatan asli desa
b. Bantuan kabupaten
c. Perpajakan
Adat istiadat di desa Sadangkulon juga masih dilestarikan dengan baik, seperti adat dalam upacara perkawinan, kelahiran, kematian, pengelolaan hutan, pengelolaan tanah pertanian, dan adat dalam memecahkan konflik warga.
Sedangkan seni budaya lama yang berkembang di desa Sadangkulon adalah kesenian jam janeng dan rebana. Untuk mewariskan seni budaya ini, para sesepuh yang ahli dalam memainkan seni budaya ini melakukan bimbingan kepada generasi muda terutama pada anak-anak sekolah dasar. Setiap malam minggu diadakan pelatihan kepada generasi pemuda.
D. KEADAAN LEMBAGA SOSIAL KEAGAMAAN
Masyarakat desa Sadangkulon sebagian besar beragama Islam. Organisasi keagamaan yang berkembang di masyarakat terbagi dalam 2 organisasi besar yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Dengan adanya organisasi tersebut, kehidupan masyarakat semakin terlihat kekayaan akan keanekaragaman dalam kehidupan keberagamaannya. Hal ini terlihat dari kegiatan keagamaan yang ada, seperti: kegiatan yasin tahlil, pembacaan al barzanji serta pengajian kajian keagamaan. Selain itu, masyarakat juga memiliki lembaga pendidikan keagamaan masyarakat seperti Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyyah (yang baru terbentuk pada tanggal 24 Maret 2012) dan Jam’iyyah Thariqah.
Di sebagian besar wilayah desa Sadangkulon sudah diadakan kelompok yasinan ibu-ibu dan bapak-bapak serta remaja yang rutin dilaksanakan. Pada hari yang telah ditentukan yasinan akan digilir dari rumah yang satu ke rumah yang lainnya dan di isi dengan ceramah keagamaan.
Sarana peribadatan yang ada di desa Sadangkulon cukup baik. Ada 5 masjid dan 12 mushola yang digunakan untuk kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan serta sholat berjamaah. Jika diamati syiar Islam di desa Sadangkulon cukup menggembirakan, hanya dalam pengetahuan ilmu keagamaaan masih perlu ditingkatkan.
E. LEMBAGA PEMERINTAHAN DESA DAN LEMBAGA DESA
Lembaga kemasyarakatan yang ada di desa Sadangkulon yaitu
a. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
b. Kelompok Profesi Petani (GAPOKTAN).
c. Posyandu dan
d. Lembaga Kesejahteraan Masyarakat Desa (LKMD).
Dalam memenuhi kebutuhan kesehatan warga, pemerintah desa Sadangkulon melakukan pembinaan dan penyuluhan serta pelayanan kesehatan warga melalui :
1. Forum Kesehatan Desa (FKD).
2. Posyandu
Kebutuhan esensial akan pendidikan dan keamanan warganya maka desa Sadangkulon juga memiliki fasilitas pendidikan dan keamanan sebagai berikut:
1. Fasilitas Pendidikan, yakni :
a. POS PAUD, PAUD dan TK
b. Sekolah Dasar/ SD
c. SLTP
d. SLTA / SMK
2. Fasilitas Keamanan, yakni: Poskamling.
Susunanan Pemerintahan desa Sadangkulon meliputi aparat yang berjumlah 12 orang, 1 kepala desa, 4 RW dan 16 RT. Desa Sadangkulon juga memiliki badan permusyawaratan desa dengan jumlah anggota 5 orang.
a. Kepengurusan Kelembagaan Desa
- Pengurus LKMD/LKMK : 6 orang
- Pengurus PKK : 15 orang
- Pengurus BPD : 5 orang
- Ketua RW : 4 orang
- Ketua RT : 18 orang
b. Gedung pemerintahan dan lembaga desa
- Balai desa : 1 lokal
- Kantor desa : 1 lokal
- Gedung GAPOKTAN : 2 lokal
BAB II
RENCANA PROGRAM KERJA
A. IDENTIFIKASI MASALAH
KKN POSDAYA STAINU Kebumen sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa merupakan pengamalan ilmu yang telah didapat selama belajar di Perguruan Tinggi. Tujuan KKN ini secara umum adalah membentuk sarjana muslim yang berakhlak mulia, beramal amaliah, dan beramal ilmiah, mempunyai kesadaran bertanggungjawab atas kesejahteraan umat serta masa depan bangsa dan negara. Sedangkan secara khusus tujuan KKN adalah mengembangkan daya pikir dan kreatifitas peneletian terhadap berbagai permasalahan di masyarakat dalam rangka aplikasi keilmuan.
Kegiatan KKN POSDAYA STAINU Kebumen Angkatan XVI Tahun Akademik 2012 mengambil tema “Peningkatan Kualitas Keagamaan dan Pendidikan Menuju Kesejahteraan Masyarakat Melalui POSDAYA”. Dengan bertolak dari tema tersebut maka kegiatan yang kami adakan memfokusutamakan pada kegaitan yang memiliki efek meningkatnya kualitas keberagamaan masyarakat terutama terfokus pada aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.
Setelah selama seminggu melakukan observasi, kami memperoleh data tentang masyarakat desa Sadangkulon dengan berkesimpulan bahwa sebagian besar masyarakat desa Sadangkulon memiliki kualitas keberagamaan yang cukup baik. Hal tersebut jika didasarkan pada aktifitas-aktifitas keseharian yang dilakukan. Aktifitas tersebut seperti kegiatan yasinan, kajian keagamaan dan aktifitas-aktifitas pendidikan keagamaan di Masjid, Mushala, dan TPQ.
Desa Sadangkulon merupakan desa yang berbukit-bukit dan dialiri sungai-sungai kecil. Tidak mengherankan jika masalah lalu lintas/akses jalan masalah yang serius. Jauhnya jarak tempuh antar dukuh serta rute jalan yang berliku-liku menjadi suatu momok yang menakutkan bagi orang yang belum paham kawasan desa Sadangkulon ini. Maka suatu hal yang urgen bagi masalah tersebut adalah tanda jalan serta papan nama tempat-tempat tertentu.
Masyarakat desa Sadangkulon sebagian besar memenuhi kebutuhan minum dengan memanfaatkan aliran mata air pegunungan. Maka dari itu, sudah selayaknya untuk senantiasa menjaga mata air tersebut agar tidak kering atau habis di waktu musim kemarau. Penanaman pohon/penghijauan di sekitar mata air tersebut mutlak dilakukan.
Desa Sadangkulon memiliki beberapa jembatan yang menghubungkan dengan desa lain ataupun dengan dukuh lain. Akan tetapi ada satu jembatan di dukuh Karangasem yang menghubungkan dengan dukuh lain, telah runtuh dan kini menjadi jembatan bambu yang membutuhkan perawatan secara berkala minimal sebulan sekali. Mahasiswa KKN POSDAYA STAINU Kebumen di desa Sadangkulon merasa memiliki fasilitas publik tersebut dan harus ikut merawat dan menjaganya.
Dari berbagai macam masalah kemasyarakatan yang ada, KKN POSDAYA STAINU Kebumen di desa Sadangkulon memiliki program sektoral dan lintas sektoral baik yang bersifat fisik atau non fisik demi meminimalisir ataupun mengatasi dampak masalah tersebut. Program kegiatan sektoral yang kami adakan mestinya memfokuskan pada peningkatan keagamaan masyarakat khususnya masyarakat yang paling membutuhkan syiar agama tanpa mengesampingkan ikut andil dalam kegiatan keagamaan di masyarakat yang sudah tumbuh kegiatan-kegiatan keagamaannya. Sedangkan dalam program lintas sektoral kegiatan yang kami agendakan secara general untuk warga masyarakat desa Sadangkulon dan lebih lanjutnya pada lampiran rencana program KKN.
B. PROGRAM KERJA KKN
1. SEKTORAL
a. TPQ
1.1. Baca Tulis Al Qur’an
1.2. Do’a-Do’a Harian
1.3. Sholawat Nabi dan Asmaul Husna
1.4. Sejarah-Sejarah Islamiah
1.5. Praktik Ibadah
1.6. Qiro’ah
b. Pendirian Madrasah Diniyyah ( MADIN ) Al-Ihsan dan turut berperan dalam MADIN tersebut
2.1 Baca Tulis Al Qur’an
2.2 Do’a-Do’a Harian
2.3 Sholawat Nabi dan Asmaul Husna
2.4 Sejarah-sejarah Islamiah
2.5 Bahasa Arab
2.6 Seni Baca Al Quran
2.7 Akhlak
2.8 Fikih
c. Kegiatan Masjid dan Mushola
3.1 Yasinan Bapak-Bapak
3.2 Yasinan Ibu-Ibu
3.3 Reaktifasi aktifitas sholat berjamaah.
3.4 Kajian kitab
d. Aktifitas Muslimat
4.1 Tahlil dan Yasinan
4.2 Asmaul Husna
4.3 Pembelajaran Sholawat Nabi
4.4 Hafalan doa-doa
4.5 Kegiatan jam janeng ibu-ibu
e. Pembelajaran Alat Musik Rebana
5.1. Permainan rebana.
5.2. Pembelajaran Sholawat Nabi
2. LINTAS SEKTORAL
a. Penanaman Bibit Pohon/Penghijauan
b. Kerja Bakti Lingkungan Desa dan Kecamatan
c. Perbaikan dan pembuatan Jalan menuju ke Masjid
d. Posyandu
e. Perawatan dan Pengecatan POS PAUD dan aula balai desa
f. Kegiatan PAUD (Reaktifasi PAUD)
g. Bhakti Masyarakat
h. Olahraga Sepak Bola (pemberian bola)
i. Kegiatan ekstra di SD
- Pramuka
- Qiroah
- Rebana
3. PROGRAM UMUM TINGKAT KECAMATAN
a. Silaturahim/Koordinasi Mahasiswa KKN.
b. Penghijauan se-Kecamatan.
c. Upacara Bendera Tingkat Kecamatan.
d. Kerja Bhakti Kecamatan.
e. Piket Harian di Kecamatan.
f. Olahraga (sepak bola).
g. Pendataan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni)
C. FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG
Faktor penghambat untuk semua program KKN di desa Sadangkulon yaitu:
1. Faktor alam
Secara geografi desa Sadangkulon terletak di daerah sekitar hutan dan berbukit. Kondisi alam yang berbukit-bukit dan jarak yang berjauhan antar dukuh membuat kurang meratanya pelaksanaan program yang telah direncanakan.
2. Faktor kondisi
Singkatnya waktu KKN membuat terlaksananya program sedikit terburu-buru.
Masalah yang terasa menghambat kegiatan kami yaitu pada program sektoral yang dikarenakan minimnya generasi penerus agar kegiatan tetap berjalan, dikarenakan banyaknya generasi muda desa Sadangkulon yang tidak tetap berada di rumah. Sebagian besar generasi muda setelah menamatkan pendidikan formal, merantau ke berbagai daerah di luar desa Sadangkulon.
Faktor yang mendukung keberhasilan program KKN adalah partisipasi dari semua lapisan masyarakat desa Sadangkulon baik dari perangkat desa, ketua RT/RW, tokoh agama dan para pemuda yang begitu besar dan sangat antusias dalam menyambut kegiatan yang kami adakan.
BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM
A. TABULASI KEGIATAN PROGRAM
1. SEKTORAL
| NO | NAMA KEGIATAN | WAKTU | TEMPAT |
| 1. | TPQ 1.1. Baca Tulis Al Qur’an 1.2. Do’a-Do’a Harian 1.3. Sholawat Nabi & Asmaul Husna 1.4. Sejarah-Sejarah Islamiah 1.5. Praktik Ibadah 1.6. Qiro’ah | Setiap hari (selain hari Kamis) Jam 16.30-17.30 | Mushala Baabu Nuzulul Khoir |
| 2. | MADIN 2.1 Baca Tulis Al Qur’an 2.2 Do’a-Do’a Harian 2.3 Sholawat Nabi & Asmaul Husna 2.4 Sejarah-sejarah Islamiah 2.5 Bahasa Arab 2.6 Seni Baca Al Quran 2.7 Akhlak 2.8 Fikih
| Setiap hari (selain hari Jumat) jam 15.30-17.00 | MADIN AL IHSAN |
| 2. | Kegiatan Masjid/Mushala 3.1 Yasinan Bapak-Bapak 3.2 Yasinan Ibu-Ibu 3.3 Reaktifasi aktifitas sholat berjamaah. 3.4 Kajian kitab |
Setiap malam Jum’at.
Malam Minggu |
Masjid Al Ihsan Sadangkulon dan Mushala Baabu nuzulul Khoir Sadangkulon |
| 3.
| Aktivitas Muslimat 4.1 Tahlil dan Yasinan 4.2 Pembelajaran Sholawat Nabi 4.3 Hafalan doa-doa 4.4 Kegiatan jam janeng ibu-ibu |
-Malam Jumat -Malam Senin -Setiap Malam -Malam Selasa |
Mushala Baabu Nuzulul Khoir |
| 4. | Pembelajaran Alat Musik Rebana 5.1. Latihan rebana. 5.2. Pembelajaran Sholawat Nabi |
-Setiap Kamis sore -Malam Senin |
Mushala Baabu Nuzulul Khoir |
2. LINTAS SEKTORAL
| NO | NAMA KEGIATAN | WAKTU/TANGGAL | TEMPAT |
| 1. | Kerja Bakti Lingkungan Desa | Setiap hari Jum’at | Jalan utama desa Sadangkulon dan Pembuatan jalan menuju ke Masjid |
| 2. | Posyandu | Setiap Sabtu Kamis, 8 Maret 2012 | Aula Balai Desa Dukuh Kalipetir |
| 3. | Perawatan Tempat Ibadah | Setiap hari Minggu | Mushala Baabu Nuzulul Khoir |
| 4. | Bhakti Masyarakat | Menyesuaikan keadaan masyarakan | Masyarakat desa Sadangkulon |
| 5. | Membantu Mengajar di TK | Setiap hari Senin s/d Kamis | TK SATU ATAP Sadangkulon |
| 6. | Membantu Mengajar di PAUD | Setiap hari Senin s/d Kamis | PAUD Sadangkulon |
| 7. | Membantu Mengajar di POS PAUD | Setiap hari Sabtu | POS PAUD Sadangkulon |
3. PROGRAM UMUM TINGKAT KECAMATAN
| NO | NAMA KEGIATAN | WAKTU/TANGGAL | TEMPAT |
| 1. | Koordinasi dan Silaturahim Mahasiswa KKN. | Setiap hari Minggu | Bergilir |
| 2. | Penghijauan se-Kecamatan. | Rabu, 11 April 2012 jam 08.00 s/d 13.00 | Desa Kedunggong |
| 3. | Upacara Bendera Tingkat Kecamatan. | Setiap tanggal 17 | Halaman kecamatan |
| 4. | Kerja Bhakti Kecamatan. | Jum’at | Lingkungan kecamatan |
| 5. | Piket Kecamatan. | Setiap hari jam 08.00 s/d selesai | Balai kecamatan |
| 6. | Olahraga sepak bola | Minggu, 25 April 2012 | Lapangan desa Kedunggong |
B. FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG
Faktor penghambat untuk semua program KKN di desa yaitu:
1. Faktor alam
Secara geografi desa Sadangkulon terletak di daerah sekitar hutan dan berbukit. Sulitnya jarak tempuh karena kondisi alam serta intensitas hujan yang tinggi membuat beberapa dukuh di desa Sadangkulon kurang teratasi untuk semua program yang diadakan terutama program yang diadakan pada waktu malam hari.
2. Faktor kondisi
Singkatnya waktu KKN membuat terlaksananya program sedikit terburu-buru serta kegiatan-kegiatan insidental KKN lingkup kecamatan membuat pelaksanaan program KKN di desa kurang tersentuh.
Faktor yang mendukung keberhasilan program KKN adalah partisipasi dari semua lapisan masyarakat desa Sadangkulon baik dari perangkat desa, ketua Rt/Rw, tokoh agama dan para pemuda yang begitu besar dan sangat antusias dalam menyambut kegiatan yang kami adakan pribadi maupun instansi terkait.
C. PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN KKN
Sambutan masyarakat desa Sadangkulon sangat hangat dan baik. Keramahtamahan terlihat saat peserta KKN melakukan observasi awal. Berbagai saran, masukan, dan informasi banyak kami terima dari desa dan masyarakat.
Dalam pelaksanaan KKN, masyarakat desa Sadangkulon sangat berperan penting dalam terlaksananya program. Masyarakat Sadangkulon cukup aktif dalam menyambut semua program yang dilaksanakan KKN baik sektoral maupun lintas sektoral. Berbagai bantuan fisik dan peralatan yang mendukung berjalannya program dengan senang hati diberikan tanpa mengharap balasan apapun dari peserta KKN.
Dalam kegiatan sektoral peserta KKN di sambut dengan baik, sehingga kami dapat mengikuti semua kegiatan keagamaan dengan lancar. Kegiatan rutin di desa Sadangkulon seperti yasinan, muslimatan, Taman Pendidikan Qur’an dan rebana dapat kami ikuti. Program wajib dari kelompok kami untuk aktif meramaikan masjid mendapat sambutan yang baik, banyak warga sekitar masjid baik bapak-bapak, ibu-ibu dan anak-anak yang datang.
D. SOLUSI YANG DILAKUKAN
Berkaitan dengan program yang kami adakan, sebelumnya kami telah berdiskusi dengan kepala desa dan dan para tokoh masyarakat setempat untuk mengetahui apa keinginan masyarakat desa Sadangkulon. Dari segi jiwa keberagamaan, masyarakat desa Sadangkulon adalah masyarakat yang taat dan memegang kuat ajaran agama, keinginan belajar masyarakat desa Sadangkulon tua, muda, ibu-ibu, bapak-bapak, dan anak-anak tentang ilmu keagamaan sangat besar. Permasalahan yang dihadapi yaitu ada pada kurangnya da’i dan para pengajar.
Selain itu sebagian besar masyarakat desa Sadangkulon memiliki mata pencaharian sebagai petani, pedagang, dan buruh. Kesempatan mereka untuk saling menyapa antar anggota keluarga, tetangga, dan teman tersita oleh waktu dan kesibukan masing-masing. Kerukunan warga yang sudah tertanam dari para orang tua seolah meregang dikalangan para pemuda dan pemudinya, bahkan dikalangan para tokoh agama. Oleh sebab itu, semua program yang kami adakan bertujuan untuk merekatkan kembali tali silaturahmi masyarakat desa Sadangkulon, sehingga kerukunan dan kebersaman tetap lestari walau zaman berganti.
Solusi dari permasalah tersebut, kami membuat program sektoral dan lintas sektoral yang dapat meningkatkan konsolidasi warga masyarakat. Selain itu, pada kegiatan sektoral kami berhasil menjembatani berdirinya MADIN (Madrasah Diniyah) di lingkungan Masjid Al-Ihsan yang sudah 10 tahun yang lalu didambakan oleh seluruh masyarakat Sadangkulon dan kami juga menghidupkan kembali bacaan Asmaul Husna yang sudah ada dan tahlil sebagai upaya untuk mempersatukan / membangun tali silaturrahim warga nahdiyin.
Kegiatan yang kami tawarkan mendapat sambutan dan persetujuan dari semua kalangan masyarakat desa. Bahkan bantuan demi bantuan banyak diberikan oleh masyarakat untuk mendukung berjalannya kegiatan KKN.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari laporan yang telah disusun oleh peserta KKN dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Peserta KKN selama bertugas di desa Sadangkulon mendapat sambutan yang baik dari semua lapisan masyarakat. Dan dapat memberikan motivasi dan semangat baru bagi warga untuk mencari dan belajar, khususnya belajar ilmu keagamaan.
2. Program kerja KKN POSDAYA STAINU Kebumen di desa Sadangkulon mendapat dukungan dan partisipasi yang cukup besar dari semua masyarakat baik program sektoral maupun program lintas sektoral.
3. KKN POSDAYA STAINU Kebumen menitikberatkan pada peningkatan kualitas keberagamaan masyarakat tanpa mengabaikan dan mengesampingkan sektor yang lain.
4. Dengan berakhirnya KKN POSDAYA STAINU Kebumen dirasa masih banyak hal-hal yang perlu adanya perbaikan.
B. SARAN
Saran ini dimaksudkan untuk pengembangan dan peningkatan pelaksanaan KKN di masa yang akan datang.
1. KKN merupakan bagian pelaksanaan aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik, sehingga diharapkan bagi semua mahasiswa peserta KKN melaksanakan kegiatan yang direncanakannya dengan semangat dan penuh dedikasi yang tinggi dalam rangka mengembangkan tugas dari Perguruan Tinggi.
2. Kepada pihak Perguruan Tinggi mohon KKN yang akan datang pembekalan dilaksanakan secara berkala dan mencakup berbagai macam kegiatan aktif yang ada dimasyarakat sehingga mahasiswa benar-benar memiliki keberanian dan kemandirian serta matang dalam terjun ke masyarakat .
3. Kepada pihak Perguruan Tinggi diharapkan, tahun mendatang peserta KKN ada yang di tempatkan kembali di desa Sadangkulon, agar apa yang telah kami laksanakan di desa Sadangkulon ada tindak lanjut dan tidak mengalami kemandekan.
Demikian saran dari peserta KKN POSDAYA STAINU Kebumen Tahun Akademik 2011/2012 yang membangun, bukan untuk mencari kesalahan dan kekurangan, bukan pula mengurangi tetapi semata-mata acuan dan koreksi kepada kami dan semua pihak yang terkait dalam rangka untuk kemaslahatan, kemajuan, dan keberhasilan bersama.
C. PENUTUP
Alhamdulillahirobil a’lamin, berkat taufik hidayah dan inayah Allah SWT, KKN POSDAYA STAINU Kebumen Angkatan XVI Tahun 2012 di Desa Sadangkulon Kecamatan Sadang telah selesai. Segala aktifitas dapat dilaksanakan dengan baik selama 64 hari dimulai dari tanggal 08 Februari s/d 11 April 2012. Selama 64 hari kami bersama masyarakat desa Sadangkulon bergelut dengan program dan kegiatan banyak kekhilafan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Kami berharap semoga apa yang telah dilaksanakan oleh peserta KKN di desa Sadangkulon dapat bermanfaat bagi masyarakat, dan dapat dikembangkan oleh desa setempat serta berguna bagi nusa, bangsa, dan agama serta mendapat ridho Allah SWT. Amiin ya Robbal ‘alamin.
Kebumen, 25 April 2012
Ketua Kelompok KKN
SAEFUL MUJIB
NIM: 210416
Tidak ada komentar:
Posting Komentar